Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Kota Palu Akan Bentuk Pos Pemeriksaan Kesehatan

Wali Kota Palu Saat Pimpin Rapat Pencegahan Corona
Wali Kota Palu Hidayat Saat Memimpin Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19.(Facebook/HumasdanProtokolSetda KotaPalu)

Terkini.id, Palu – Pandemi Corona Virus Disiase (Covid-19) masih mewabah di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari menerapkan social distancing, physical distancing, hingga harus memperketat wilayah perbatasan pintu masuk setiap daerah.

Dalam upaya pencegahan itu, Pemerintah Kota Palu akan membuat enam pos lapangan di pintu masuk untuk pemeriksaan kesehatan bagi warga yang masuk di Kota Palu sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

“Ada enam pos lapangan yang akan kita buat di setiap pintu masuk kota Palu, antara lain satu pos di bandara, dua pos di pelabuhan Pantoloan dan Taipa, dan tiga pos jalur darat di Kelurahan Pantoloan, Tawaeli, serta Watusampu.” Kata Hidayat saat memimpin rapat Koordinasi Pos Lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Palu pada Sabtu 04 April 2020, seperti dikutip dari facebook Humas dan Protokol Setda Kota Palu

Walikota Palu Hidayat juga mengatakan sangat bersyukur dengan adanya kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah terkait adanya jam buka tutup di Pintu masuk Provinsi Sulawesi tengah.

“Kita sangat bersyukur dengan adanya kebijakan yang diambil oleh Gubernur Sulawesi Tengah, sehingga kita bisa memeriksa setiap orang yang masuk di Kota Palu,” jelasnya

Dalam rapat itu juga Hidayat menambahkan nantinya dibeberapa pos ini pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan seperti pemeriksaan termo gun, kesehatan fisik, pencatatan identitas lengkap, hingga pemeriksaan dengan menggunakan rapid test.

“Untuk saat ini, baru 4.000 rapid test yang diadakan oleh Pemerintah kota Palu dan akan digunakan untuk orang-orang yang memenuhi ketentuan dari prosedur lengkap yang disusun oleh tim medis.” tambahnya

Dalam kesempatan itu juga Hidayat menyampaikan akan menambah jumlah rapid test.

“Jadi penggunaan rapid test tidak kita pukul rata. Namun, ada ketentuannya. Nah kedepan, kita mau adakan lagi 15.000 rapid test,” katanya

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Satu Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Melaut di Perairan Tomoni Parigi

Sejumlah Kader DPW Hingga DPD Siap Bertarung di Muswil PAN Sulteng

Begini Cara Tim Rescuer Basarnas Palu Jalin Solidaritas

Ijin Ke Kebun Paman, Dua Kakak Beradik di Kabarkan Hilang di Hutan

Kepala Basarnas Palu Himbau Personil Tetap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrim

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar