Rumah Sakit di Korea Rilis Foto Paru-paru Pasien yang Rusak Akibat Covid-19

Foto Paru Paru Pasien Covid-19
Seorang dokter di Korea menujukkan Foto Paru Paru Pasien Covid-19(Foto:reuters)

Terkini.id, Palu – Rumah sakit di Korea Selatan baru-baru ini sukses melakukan operasi transplantasi paru ganda seorang pasien Covid-19. Bersamaan dengan itu juga, foto paru-paru pasien covid-19 yang rusak juga ditampilkan rumah sakit tersebut.

Adapun pasien COVID-19 di Korea Selatan yang sudah melakukan transplantasi paru ganda kini mulai pulih. Dokter mengatakan pasien itu hidupnya bergantung pada alat bantu selama 112 hari.

Operasi di Korsel tersebut jadi transplantasi paru ganda kesembilan yang dilakukan di dunia sejak COVID-19 mewabah pada akhir tahun lalu.

Dikutip dari reuters, pasien itu merupakan perempuan berusia 50 tahun. Dia didiagnosis kena COVID-19 dan dirawat di rumah sakit sejak Februari 2020. Selama 16 minggu, hidup pasien itu bergantung pada alat bantu pernapasan ECMO (extracorporeal membrane oxygenation).

Alat itu membantu mengalirkan oksigen ke sel darah merah pasien. Perempuan itu jadi pasien COVID-19 terlama yang menggunakan alat bantu, kata beberapa dokternya.

Beberapa pengobatan seperti obat anti-malaria hydroxychloroquine, obat HIV Kaletra dan steroid tidak dapat menyembuhkan fibrosis paru pasien, sehingga membuat dokter khawatir kondisi paru dia akan memburuk, kata Dr Park Sung-hoon, profesor paru dan perawatan kritis di rumah sakit Hallym University Sacred Heart Hospital.

Kondisi itu membuat dokter tidak punya banyak pilihan selain transplantasi paru.

“Kemungkinan keberhasilan transplantasi paru untuk pasien dengan ECMO sekitar 50 persen, dan untungnya, pasien kami telah disiapkan dengan baik sebelum operasi, saat kami menemukan donor,” kata Dr Kim Hyoung-soo, direktur program ECMO di rumah sakit itu. Dokter Kim juga yang memimpin operasi transplantasi paru ganda tersebut.

Sejauh ini, pasien masih menolak diwawancarai atau diketahui identitasnya.

Beberapa dokter yang melakukan operasi selama delapan jam itu menyebut paru-paru pasien rusak dan keras seperti batu.

Pasien mengalami sindrom pernapasan akut (ARDS) saat datang ke rumah sakit, kata Park. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan ECMO.

ECMO umumnya digunakan oleh pasien yang membutuhkan lebih banyak bantuan dari yang mampu diberikan ventilator/alat bantu napas. Pasien dengan ECMO dianggap 90 persen sekarat.

Sebagian pasien dengan ECMO umumnya membaik pada dua sampai tiga pekan, tetapi mereka yang kondisinya memburuk akan menjalani operasi transplantasi paru, kata Kim.

Enam operasi transplantasi paru ganda telah dilakukan di China, satu di Amerika Serikat, dan satu di Australia, kata pihak rumah sakit.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Mau Tetap Sehat Saat Work From Home? Ini Tipsnya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar